Nuryasman’s Weblog

Komputer … Belahan Jiwa Kita

Posted by: nindiarr0812 on: September 18, 2009

Saat ini, di era teknologi global, komputer sudah bukan merupakan barang aneh. Bahkan bisa dikategorikan kebutuhan standar di setip rumah. Mengapa? Mesin pintar dengan otak yang disebut processor ini ternyata banyak sekali membantu orang-orang di kalangan mana saja dan dari golongan apa saja. Ini disebabkan oleh keanekaragaman fungsi dan manfaat yang dimilikinya.

Mulai dari anak-anak sekolah, orang-orang kantoran, sampai dengan kaum borjuis, komputer tampaknya sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada yang hanya dipakai untuk main game saja, ada yang digunakan untuk bekerja dan mencari informasi-informasi penting mengenai banyak hal, bahkan sekarang menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan.

Aneh rasanya kalau kita atau anak-anak kita tidak pernah menyentuh atau bahkan mengenalnya. Mungkin karena tingkat pendidikannya tidak pernah bersinggungan dengan hal-hal yang berbau teknologi, atau karena kemampuannya ekonominya yang rendah sehingga tidak bisa memiliki komputer sendiri.

Memang kursus komputer dan harga komputer itu sendiri cukup mahal untuk ukuran orang-orang yang ekonominya termasuk golongan bawah. Tapi kalau kita mau, sebenarnya banyak sekali kesempatan untuk memiliki atau mungkin sekedar mengenal dan merasakan nikmatnya bermain komputer.

Sebut saja misalnya “warnet”. Dengan adanya warnet, sebenarnya orang-orang ekonomi rendah, dengan modal Rp 4.000,- sudah bisa mengenyam dan mencoba untuk berinteraksi dengan “si otak pintar” ini.

keluarga-adalah-segalanya

Posted by: nindiarr0812 on: September 22, 2008

Kita pernah terlahir dari sebuah keluarga dengan status sebagai “anak”. Ketika tumbuh besar, kita pernah pula mengalami masa kesendirian saat menyandang titel “lajang”. Setelah beristeri, kita bentuk keluarga sendiri dengan sebutan “orang tua” (ayah/ibu).

Pernahkah terlintas dalam benak kita, apa sebenarnya peranan dari “keluarga”. Sewaktu kanak-kanak, kita hanya merasakan keluarga itu – terutama orang tua – adalah tempat meminta jajan, tempat meminta perlindungan, dan tempat mengharap kasih sayang. Meski terkadang tanpa kita sadari, kita juga pernah menjadi anak yang nakal dan tidak menurut atau melawan pada orang tua. Itu karena kita pada saat itu belum mengerti, bahwa kelak kitapun akan menjadi orang tua yang juga bakal direcokin anak-anak.

Rodapun akhirnya berputar. Kini kita sudah menjadi orang tua dari anak-anak kita. Kita sudah menjadi ayah/ibu dari putera-puteri kita. Dulu kita hanya bisa menggantungkan segalanya pada orang tua kita. Tapi kini sebaliknya. Kitalah yang menjadi tempat bergantung bagi mereka.

Dan seiring dengan derap langkah kehidupan yang diwarnai persaingan, kita akhirnya harus menempatkan diri bahwa kita ada untuk keluarga kita. Apa yang kita perjuangkan, apa yang menjadi dorongan kita untuk terus melangkah, tiada lain adalah keluarga kita. Karena itu bagi kita, keluarga adalah segalanya. Tanpa mereka, obor pergerakan kita akan mudah padam. Tanpa mereka, perjuangan kita akan setengah-setengah. Karena itu, jadikanlah keluarga sebagai titik start sekaligus titik finish perjalanan kita.

Hello world!

Posted by: nindiarr0812 on: September 18, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Halaman

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Awan Kategori

Cari Dan Jual Barang Anda Di Sini

Anda butuh sesuatu? Atau anda ingin menjual sesuatu? Coba ke sini ..
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.